Selasa Kliwon Hari Keramat Kanjeng Ratu Kidul

Hati-Hati! Selasa Kliwon, Hari Keramat Kanjeng Ratu Kidul

Hati-Hati! Selasa Kliwon, Hari Keramat Kanjeng Ratu Kidul – Dalam budaya Jawa, dikenal istilah pasaran untuk menghitung hari yang terdiri dari Kliwon, Legi, Pahing, Pon,…

133 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

View More Hati-Hati! Selasa Kliwon, Hari Keramat Kanjeng Ratu Kidul
sumbu imajiner Yogyakarta, dari Merapi hingga Laut Selatan.

Sumbu Imajiner Yogyakarta, Dari Merapi Hingga Laut Selatan

Sumbu Imajiner Yogyakarta, Dari Merapi Hingga Laut Selatan – Kota Yogyakarta sudah sejak lama dikenal sebagai kota dengan budaya dan tradisi yang sangat kental. Tak…

147 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

View More Sumbu Imajiner Yogyakarta, Dari Merapi Hingga Laut Selatan
Pintu Gerbang Laut Selatan Ada Di Beringin Kembar Alun-Alun Selatan Yogyakarta

Terkuak! Pintu Gerbang Laut Selatan Ada Di Beringin Kembar Alun-Alun Selatan Yogyakarta

Terkuak! Pintu Gerbang Laut Selatan Ada Di Beringin Kembar Alun-Alun Selatan Yogyakarta – Kisah Kanjeng Ratu Kidul bagi masyarakat Indonesia sangat melegenda. Kisah tersebut selalu…

98 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

View More Terkuak! Pintu Gerbang Laut Selatan Ada Di Beringin Kembar Alun-Alun Selatan Yogyakarta

Perbedaan Nyi Blorong Dan Nyi Roro Kidul, Asal Usul yang Selama ini Salah Kaprah!

Perbedaan Nyi Blorong Dan Nyi Roro Kidul, Asal Usul yang Selama ini Salah Kaprah! – Dalam dunia spiritual Jawa ataupun dongeng dan seputar mitos pulau…

222 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

View More Perbedaan Nyi Blorong Dan Nyi Roro Kidul, Asal Usul yang Selama ini Salah Kaprah!
Misteri Candik Ayu Dan Candik Ala, Saat Pintu Segara Kidul Dibuka

Misteri Candik Ayu Dan Candik Ala, Saat Pintu Segara Kidul Dibuka

Misteri Candik Ayu Dan Candik Ala, Saat Pintu Segara Kidul Dibuka – Tuhan selalu mempunyai cara menunjukkan kuasa-Nya. Berbagai fenomena alam yang ada di dunia…

171 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

View More Misteri Candik Ayu Dan Candik Ala, Saat Pintu Segara Kidul Dibuka
Mitos Larangan Laut Selatan Beserta Fakta Sebenarnya, Pantang Dilanggar! – Setiap tempat di muka bumi memang selalu menyimpan rahasia tersembunyi. Rahasia-rahasia tersebut seolah tertutupi dengan tabir yang sulit diungkap. Bahkan akal dan nalar pun sulit menjangkau hakikat rahasia tersebut hingga menjadikannya sebuah misteri. Ada misteri yang bisa terungkap melalui nalar dan akal, tapi tak sedikit yang tetap menjadi misteri abadi berselubung mitos. Percaya nggak percaya, mitos itu selalu dikaitkan dengan sebuah kejadian yang terjadi. Misalnya, orang tenggelam di pantai selatan yang kebetulan memakai baju hijau. Mitos larangan memakai baju hijau di pantai selatan sudah lama diyakini masyarakat. Ada kisah apa dibalik larangan tersebut? Dan apa fakta sebenarnya mengenai larangan itu?. Berikut kisah mitos larangan laut selatan beserta fakta sebenranya yang pantang dilanggar. Mitos Larangan Laut Selatan Beserta Fakta Sebenarnya, Pantang Dilanggar! Pesisir laut selatan sudah sejak ratusan tahun silam dipercaya sangat angker dan menyimpan deretan kisah mistis. Dari ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa mengenal laut selatan sebagai istana seorang dewi laut bernama Kanjeng Ratu Kidul. Dia adalah makhluk gaib yang dipercaya menjaga dan menguasai pantai selatan. Konon, Kanjeng Ratu Kidul adalah seorang wanita berparas ayu yang ketokohannya sangat dipuja dan ditakuti. Terkadang ia tampil sebagai wanita cantik yang anggun dan lembah lembut, tetapi bisa murka dan menumpahkan kemarahannya dengan bencana besar yang sering melanda pesisir selatan Jawa. Dalam cerita legenda masyarakat, Kanjeng Ratu Kidul menjadi istri spiritual raja-raja Jawa. Pada waktu-waktu tertentu, ia dan raja akan bertemu untuk mengadakan kontak batin. Dikisahkan, saat pertemuan itulah Sang Ratu mengenakan pakaian kesukaan berwarna hijau. Itulah sebabnya, ada larangan mengenakan baju hijau saat berada di pantai selatan. Bagi yang memakai baju hijau berarti ia telah menyamai Kanjeng Ratu Kidul. Jika larangan tersebut tetapi dilanggar, dipercaya ia akan dibawa pasukan ombak Ratu Kidul untuk dijadikan tumbal atau bala tantara gaib. Kepercayaan lainnya adalah adanya larangan mengumpat dan membelakangi pantai saat berada di sana. Perbuatan tersebut dinilai tidak sopan karena membelakangi Sang Ratu. Jika melanggar, maka ia akan mendapat kesialan setelah pulang dari pantai. Parahnya seketika ia akan digulung ombak laut selatan untuk dibawa ke kerajaan gaib dasar laut. Cerita-cerita mitos tersebut memang benar adanya dan dapat dibuktikan secara logis dan ilmiah. Berdasarkan penelitian dari Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, arus ombak laut selatan cenderung lebih besar, tinggi, kuat dan ganas. Ia mampu menyeret apapun dengan sangat jauh dalam beberapa detik saja, sehingga tak memungkin seseorang yang tenggelam dapat menyelamatkan diri. Selain itu, pesisir selatan dipenuhi banyak palung laut berbahaya, sehingga mudah menenggelamkan seseorang yang terbawa arus hingga ke dasar lautan, apalagi orang tersebut memakai pakaian berwarna hijau. Warna air laut pantai selatan yang cenderung hijau kecoklatan akan menyatu dengan pakaian yang dikenakan, sehingga terkadang menyulitkan saat proses evakuasi. Itulah kisah mitos larangan laut selatan yang pantang dilanggar. Patuhi himbauan yang ada dan hormati mitos yang dipercaya, sebab mitos merupakan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga manusia beserta alam dan seisinya. Semoga bermanfaat

Mitos Larangan Laut Selatan Beserta Fakta Sebenarnya, Pantang Dilanggar!

Mitos Larangan Laut Selatan Beserta Fakta Sebenarnya, Pantang Dilanggar! – Setiap tempat di muka bumi memang selalu menyimpan rahasia tersembunyi. Rahasia-rahasia tersebut seolah tertutupi dengan…

104 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

View More Mitos Larangan Laut Selatan Beserta Fakta Sebenarnya, Pantang Dilanggar!
Misteri Anak Rambut Gimbal, Simbol Kesejahteraan Masyarakat Dieng

Misteri Anak Rambut Gimbal, Simbol Kesejahteraan Masyarakat Dieng

Misteri Anak Rambut Gimbal, Simbol Kesejahteraan Masyarakat Dieng – Setiap anak adalah anugerah dari Tuhan YME yang harus dirawat dan dijaga denga baik. Sebagai amanah…

119 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

View More Misteri Anak Rambut Gimbal, Simbol Kesejahteraan Masyarakat Dieng
Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral Kanjeng Ratu Kidul – Pada artikel sebelumnya disebutkan bahwa penguasa laut selatan, Kanjeng Ratu Kidul akan selalu hadir di dalam keraton pada saat-saat tertentu, misalnya saat kenaikan tahta raja baru atau peringatan kenaikan tahta yang dikenal dengan tingalan jumenengan dalem. Pada saat upacara penobatan maupun peringatan kenaikan tahta raja, dipergelarkan tarian pusaka Bedhaya Ketawang. Tarian Bedhaya Ketawang merupakan tarian sakral yang hanya boleh ditarikan oleh para wanita yang masih gadis di dalam keraton. Berikut kisah lengkap Bedhaya Ketawang, tarian sakral Kanjeng Ratu Kidul. Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral Kanjeng Ratu Kidul Bedhaya berarti tarian Jawa halus yang ditarikan oleh 7 atau 9 wanita, sedangkan ketawang berasal dari kata ‘tawang atau awang-awang’ yang berarti langit, bisa dikatakan Bedhaya Ketawang merupakan tarian langit yang sangat sakral. Nama ketawang juga dikaitkan dengan Gendhing Ketawang Ageng yang mengiringi tarian tersebut. Ada yang mengatakan tarian tersebut diciptakan oleh Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma raja Mataram. Dikisahkan suatu ketika Sultan Agung mengheningkan cipta di tengah malam yang hening dan sepi, hanya terdengar suara binatang-binatang malam yang syahdu dan mendayu seperti suara gamelan para dewa Lokananta dari kayangan. Pada saat bersamaan, terdengar suara gaib berupa suara tembang yang begitu indah mengalun memenuhi angkasa. Seketika Sultan Agung teringat para dewa yang bertapa dan memancarkan 7 aura cahaya berwujud bidadari berbaris berjajar menari di samudera suralaya kayangan diiringi gendhing dari gamelan Lokananta. Peristiwa itu membuat Sultan Agung akhirnya membuat tari bedhaya persis seperti tarian para dewa itu, sedangkan gendhingnya disesuaikan dengan suara gaib yang terdengar di tawang, awang-awang, sehingga terciptalah Bedhaya Ketawang. Versi lain mengatakan, Bedhaya Ketawang diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kidul sendiri. Itulah mengapa, ia akan selalu hadir saat digelar latihan tari Bedhaya Ketawang setiap Selasa Kliwon. Konon, ia akan melatih sendiri para penari dan membetulkan setiap gerakan yang salah. Bagi yang bisa melihat, Kanjeng Ratu Kidul akan hadir menjadi penari ke 10 atau merasuki salah satu penari Bedhaya Ketawang. Penari tersebut akan terlihat berbeda dari penari lainnya karena terlihat lebih cantik, luwes, halus, dan memancarkan aura mistis. Bedhaya Ketawang merupakan bentuk tarian percintaan karena melambangkan hubungan antara raja-raja Mataram dengan Kanjeng Ratu Kidul. Setiap gerakan para penari menggambarkan cumbu rayu. Raja yang duduk di singgasana akan terlihat diam dan tenang karena menyambut kedatangan Kanjeng Ratu Kidul. Tarian tersebut juga menjadi sarana meditasi bagi raja, sehingga semua yang hadir diharuskan diam saat pementasan Bedhaya Ketawang berlangsung. Kesakralan Bedhaya Ketawang juga mensyaratkan para penari harus masih gadis dan tidak sedang masa menstruasi. Jauh-jauh hari sebelum pementasan, mereka diwajibkan tinggal di dalam keraton untuk menjalani seluruh rangkain ritual sengkeran atau masa pingit. Sesaji lengkap juga harus disediakan sebagai ritual agar Kanjeng Ratu Kidul berkenan hadir. Demikian cerita dibalik Bedhaya Ketawang, tarian sakral Kanjeng Ratu Kidul.

Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral Kanjeng Ratu Kidul

Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral Kanjeng Ratu Kidul – Pada artikel sebelumnya disebutkan bahwa penguasa laut selatan, Kanjeng Ratu Kidul akan selalu hadir di dalam keraton…

129 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

View More Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral Kanjeng Ratu Kidul
Misteri Kamar 308 Nyi Roro Kidul

Misteri Kamar 308 Nyi Roro Kidul, Kamar Keramat Serba Hijau

Misteri Kamar 308 Nyi Roro Kidul, Kamar Keramat Serba Hijau – Salah satu lokasi atau tempat di dunia ini yang dikatakan dekat dengan Nyi Roro…

633 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

View More Misteri Kamar 308 Nyi Roro Kidul, Kamar Keramat Serba Hijau
Perjanjian Gaib Kanjeng Ratu Kidul

Perjanjian Gaib Kanjeng Ratu Kidul Hanya Sampai Raja Yang Ke-10?

Perjanjian Gaib Kanjeng Ratu Kidul Hanya Sampai Raja Yang Ke-10? – Sebuah pertanyaan yang tentu sangat sulit dianalisa. Bagaimana tidak, perjanjian gaib antara Kanjeng Ratu…

194 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

View More Perjanjian Gaib Kanjeng Ratu Kidul Hanya Sampai Raja Yang Ke-10?