Selasa Kliwon Hari Keramat Kanjeng Ratu Kidul

Hati-Hati! Selasa Kliwon, Hari Keramat Kanjeng Ratu Kidul

Hati-Hati! Selasa Kliwon, Hari Keramat Kanjeng Ratu Kidul Dalam budaya Jawa, dikenal istilah pasaran untuk menghitung hari yang terdiri dari Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage. Kelima pasaran tersebut dikenal dengan istilah Pancawara. Penghitungan pasaran didasarkan pada konsep Jawa keblat papat lima pancer, yaitu empat penjuru arah mata angin dengan satu sebagai pusat yang sakral.

Setiap pasaran Jawa juga mengandung unsur spiritual yang sangat berpenngaruh terhadap diri seseorang dan kehidupannya. Diantara lima pasaran Jawa yang sangat diagungkan dan disakralkan masyarakat Jawa adalah kliwon. Secara spiritualitas, kliwon merupakan pancer  atau pusat yang memancarkan sinar mancawarna, sehingga muncul istilah kliwon yang keramat, terutama hari Jum’at dan Selasa.

Selasa Kliwon atau hari Anggoro Kasih bagi kepercayaan masyarakat Jawa adalah harinya penguasa Pantai Selatan, yakni Kanjeng Ratu Kidul. Lantas, kenapa Selasa Kliwon disebut harinya  Kanjeng Ratu Kidul?. Berikut kisah Selasa Kliwon, hari keramat Kanjeng Ratu Kidul.  Hati-Hati!


Simak Juga : 

Misteri Lampor Kanjeng Ratu Kidul, Siap Mengintai Siapa Saja! 

Misteri Kamar 308 Nyi Roro Kidul, Kamar Keramat Serba Hijau


Hati-Hati! Selasa Kliwon, Hari Keramat Kanjeng Ratu Kidul

Kanjeng Ratu Kidul adalah sosok gaib yang diyakini masyarakat Jawa sebagai penguasa laut selatan. Ia dipercaya mempunyai hubungan gaib dengan raja-raja Jawa, terutama era Mataram Islam sejak Kanjeng Panembahan Senopati. Dikisahkan, untuk menjadi penguasa Jawa, Kanjeng Panembahan Senopati diminta bersemedi di Parangkusumo untuk mengadakan kontrak politik dengan Kanjeng Ratu Kidul demi kelanggengan Kerajaan Mataram Islam.

Perjanjian tersebut diteruskan oleh raja-raja dinasti Mataram berikutnya, yaitu Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Setiap tahun, kedua keraton tersebut mengadakan upacara tradisi labuhan sebagai bentuk kelangsungan hubungan gaib penerus dinasti Mataram dengan Kanjeng Ratu Kidul. Tidak hanya itu, setiap Selasa Kliwon diadakan latihan tarian sakral di dalam keraton. Tarian sakral yang penuh nuansa magis tersebut adalah Bedhaya Ketawang di Keraton Surakarta dan Bedhaya Semang di Keraton Yogyakarta.

Tarian tersebut merupakan persembahan yang ditujukan kepada Kanjeng Ratu Kidul. Konon, Sang Ratu akan hadir menyaksikan, bahkan melatih secara langsung tarian sakral tersebut. Hadirnya Kanjeng Ratu Kidul hanya bisa disaksikan orang-orang dengan kemampuan tertentu. Untuk menghadirkan Kanjeng Ratu Kidul, harus disediakan sesaji lengkap sebelum pementasan.

Sesaji tersebut terdiri dari 24 macam, yaitu sesaji rasulan, ketan salak, kluwek, telur ayam dipinang, kolak pisang emas, tumpeng uruping damar, tumpeng robyong, tumpeng gendhul, seekor ayam hidup, tuhon pasar, impling wedung kadhuk, jenang-jenangan air, kendi berisi air, gecak mentah, rujak degan, tape, dan rujak wedang, arang-arang kambang, jeruk,tampil, polo kependem dan gumandul.

Demikian cerita Selasa Kliwon, hari keramat Kanjeng Ratu Kidul.  Semoga bermanfaat.

137 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments

comments