Kisah Mistis Nyata Pesugihan Gunung Kawi

Kisah Mistis Nyata Pesugihan Gunung Kawi – Pesugihan Gunung Kawi merupakan perjanjian dunia untuk mewujudkan impian menjadi kaya raya dalam sekejab mata. Mungkin tidak pernah terbayangkan dibenak kita untuk terjun dalam dunia sesat dan dunia gaib yang tidak pasti hukum Agamanya, namun kekuasaan, uang, jabatan dan harta benda membuat kita sering khilaf dan menghalalkan segala cara. Terkadang orang yang kalah dalam persaingan, usahanya bangkrut, hutang menumpuk, keluarga berantakan dan semua keadaan yang menjepit pasti akan melakukan apapun Karena logika sudah tidak mampu berjalan. Pesugihan Gunung Kawi bisa menjadi pilihan bagi orang yang merasa tidak ada lagi jalan keluar atas masalah finansial dalam kehidupannya.

Seakan menjadi tempat yang dikeramatkan, bagi siapapun yang melakukan ritual di Gunung Kawi konon kabarnya setiap permintaannya akan dikabulkan asalkan penuh dengan kepasrahan dan keikhlasan. Terutama permintaan akan kekayaan, yang disebut sebagai pesugihan. Pesugihan Gunung Kawi diyakini oleh banyak orang terutama bagi orang yang pernah merasakan “berkah” berziarah ke Gunung Kawi.

Berbeda dengan kalangan rasionalis-positif maka hal-hal semacam ini hanya dianggap sebagai isapan jempol belaka. Jum’at legi yang merupakan hari dimana eyang Jugo dimakamkan menjadi hari paling baik untuk melakukan ritual untuk mendapatkan Pesugihan Gunung Kawi. Selain itu tanggal 12 bulan Suro / Muharram juga diyakini merupkan hari yang baik karena memperingati hari wafatnya Eyang Sujo. Dihari-hari tersebutlah terjadi lonjakan pengunjung untuk melakukan ritual. Ritual dilakukan dengan cara meletakkan sesaji dan membakar dupa serta bersemedi selama berjam-jam bahkan bisa sampai berbulan-bulan.

Cara Mendapatkan Pesugihan Gunung Kawi

Menurut juru kunci Gunung Kawi, bahwa di dalam makam orang yang berziarah tidak boleh memikirkan hal-hal yang tak baik. Para pengunjung disarankan untuk mandi dan keramas terlebih dahulu sebelum memasuki makam. Hal ini sebagai simbol bahwa pengunjung harus dalam keadaan suci lahir maupun batinnya sebelum memanjatkan do’a. untuk pesugihan sendiri ada dua alternative yang bisa dilakukan. Yang pertama, jika sang pelaku pesugihan Gunung Kawi punya banyak waktu dan mau bersabar untuk menunggu maka sang pelaku bisa datang secara langsung ke Gunung Kawi.

Alternative kedua, sang pelaku pesugihan Gunung Kawi tidak punya banyak waktu dan keperluan uang sangat mendesak maka pesugihan bisa dilakukan melalui jarak jauh. Jika sang pelaku pesugihan Gunung Kawi datang secara langsung ke Gunung Kawi, segala proses ritual dari awal sampai selesai bisa dilakukan di Gunung Kawi secara langsung oleh sang pelaku dan juru kunci hanya memberikan saran serta panduan. Tingkat keberhasilan bergantung pada kesungguhan hati dan kemantapan sang pelaku. Jika ritual berjalan dengan baik dan lancar perlu waktu kurang lebih satu bulan atau akan menemui gagalan karena sepanjang ritual pasti ada rintangan yang menghadang.

Namun jika pelaku pesugihan Gunung Kawi ini memilih alternative kedua dia hanya terima beres saja dan ritual akan diwakilkan. Tingkat keberhasilannya menurut cerita adalah 100% karena ritual Pesugihan Gunung Kawi akan dilakukan oleh sang Juru Kunci secara langsung dan sang pelaku pesugihan hanya menyediakan uang sebagai mahar/mas kawin saja.

Uang mahar tersebut digunakan sebagai sesaji yang harus dipenuhi untuk membeli minyak jafaron, foniswalla, misik, apel jin, kembang setaman, kemenyan atau yosua, nasi kuning ayam panggang cemani, darah burung gagak hitam, darah harimau putih, rokok menyan dan perlengkapan ritual lainnya. Untuk ritual jarak jauh, uang mahar bisa ditransfer ke rekening bank sang juru kunci kemudian setelah selesai melakukan ritual maka hasilnya juga akan ditransfer kembali ke rekening sang pelaku pesugihan Gunung Kawi.

1,177 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Kisah Lainya - NyaiRoroKidul.com:

Comments

comments