Misteri Anak Rambut Gimbal, Simbol Kesejahteraan Masyarakat Dieng

Misteri Anak Rambut Gimbal, Simbol Kesejahteraan Masyarakat Dieng

Misteri Anak Rambut Gimbal, Simbol Kesejahteraan Masyarakat Dieng – Setiap anak adalah anugerah dari Tuhan YME yang harus dirawat dan dijaga denga baik. Sebagai amanah dari Yang Maha Kuasa, maka segala daya dan upaya dilakukan sepenuhnya agar anak bisa tumbuh dengan baik serta terhindar dari segala macam gangguan dan marabahaya. Hal tersebut pasti akan dilakukan setiap orang tua, apalagi anak dengan keistimewaan tertentu, seperti anak-anak rambut gimbal di daerah Dieng, Jawa Tengah.

Seperti julukannya, anak-anak rambut gimbal atau bocah gembel adalah anak istimewa dari daerah Dieng yang mempunyai ciri fisik rambut yang kurang beraturan dan cenderung gimbal atau gembel. Anak-anak rambut gimbal itu unik, seunik kisahnya dalam misteri anak rambut gimbal, simbol kesejahteraan masyarakat Dieng berikut ini.

Misteri Anak Rambut Gimbal, Simbol Kesejahteraan Masyarakat Dieng

Jika Anda pernah mengunjungi Dieng Culture Festival, tentu Anda akan melihat salah satu acara tahunan tersebut dengan sebuah ritual pemotongan rambut pada anak-anak dengan ciri fisik berambut gimbal. Pemotongan rambut gimbal anak-anak tersebut mempunyai latar belakang cerita rakyat yang menarik.

Kisah tersebut berasal dari legenda rakyat asal muasal Kawah Si Kidang di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Adanya anak-anak rambut gimbal merupakan buah sumpah dari Kidang Garungan yang dibunuh dengan muslihat wanita yang menolak dinikahinya bernama Dewi Shinta. Sebelum Kidang Garungan tewas dalam timbunan batu di dalam sumur sebagai syarat menikahi Dewi Shinta, ia bersumpah bahwa anak keturunannya kelak akan berambut gembel atau gimbal. Sedangkan sumurnya konon berubah menjadi Kawah Si Kidang.


Simak Juga : 


Keberadaan anak-anak rambut gimbal juga dikaitkan dengan cerita wangsit dari penguasa Pantai Selatan, Ratu Kidul, kepada utusan dari Kerjaan Mataram Islam untuk menaklukkan daerah di Dataran Tinggi Dieng bernama Kyai Kolo Dete dan istrinya, Nini Roro Rence. Suatu hari ia mendapat wangsit sekaligus tugas dari Ratu Kidul untuk membawa masyarakat Dieng mendapat kemakmuran.

Bukan kesejahteraan masyarakat Dieng yang menjadi tolak ukur kemakmuran, melainkan keberadaan anak-anak berambut gimbal. Semakin banyak anak-anak Dieng berambut gimbal, maka diyakini kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Dieng akan semakin baik, begitupun sebaliknya. Yang unik dari kemunculan rambut gimbal pada anak biasanya ditandai dengan panas tinggi selama beberapa hari. Baru setelah itu, suhu akan berangsur normal dengan sendirinya pagi harinya diikuti dengan tumbuhnya rambut gimbal di kepala sang anak.

Bocah gembel merupakan anak istimewa karena dipercaya sebagai titipan Kyai Kolo Dete dan Nini Roro Ronce. Sebagai anak istimewa, ia mendapat perlakuan istimewa pula dari orangtuanya, khususnya warga Dieng. Ia akan dimanja dengan segala keinginnya.

Rambut bocah gembel akan semakin lebat seiring ia tumbuh besar. Rambut gimbalnya hanya boleh dipotong dalam prosesi ritual ruwatan khusus yang disebut ruwatan rambut gimbal. Ritual ruwatan rambut gimbal mempunyai aturan khusus yaitu potong rambut harus atas kemauan anak sendiri dan tidak boleh dipaksa. Selain itu, bocah gembel diberi kesempatan untuk mengajukan permintaan yang harus dipenuhi.

Rambut gimbal bocah gembel kemudian dilarung di Telaga Warna sebagai wujud pengembalian kepada yang punya, yaitu Kyai Kolo Dete dan Nini Roro Ronce. Ritual ruwatan rambut gimbal juga sebagai sarana keselamatan masyarakat Dieng, terkhusus untuk anak rambut gimbal.

Itulah misteri anak rambut gimbal, simbol kesejahteraan masyarakat Dieng. Tertarik menyaksikan Dieng Culture Festival tahun ini?

122 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments

comments