Mitos Larangan Laut Selatan Beserta Fakta Sebenarnya, Pantang Dilanggar! – Setiap tempat di muka bumi memang selalu menyimpan rahasia tersembunyi. Rahasia-rahasia tersebut seolah tertutupi dengan tabir yang sulit diungkap. Bahkan akal dan nalar pun sulit menjangkau hakikat rahasia tersebut hingga menjadikannya sebuah misteri. Ada misteri yang bisa terungkap melalui nalar dan akal, tapi tak sedikit yang tetap menjadi misteri abadi berselubung mitos. Percaya nggak percaya, mitos itu selalu dikaitkan dengan sebuah kejadian yang terjadi. Misalnya, orang tenggelam di pantai selatan yang kebetulan memakai baju hijau. Mitos larangan memakai baju hijau di pantai selatan sudah lama diyakini masyarakat. Ada kisah apa dibalik larangan tersebut? Dan apa fakta sebenarnya mengenai larangan itu?. Berikut kisah mitos larangan laut selatan beserta fakta sebenranya yang pantang dilanggar. Mitos Larangan Laut Selatan Beserta Fakta Sebenarnya, Pantang Dilanggar! Pesisir laut selatan sudah sejak ratusan tahun silam dipercaya sangat angker dan menyimpan deretan kisah mistis. Dari ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa mengenal laut selatan sebagai istana seorang dewi laut bernama Kanjeng Ratu Kidul. Dia adalah makhluk gaib yang dipercaya menjaga dan menguasai pantai selatan. Konon, Kanjeng Ratu Kidul adalah seorang wanita berparas ayu yang ketokohannya sangat dipuja dan ditakuti. Terkadang ia tampil sebagai wanita cantik yang anggun dan lembah lembut, tetapi bisa murka dan menumpahkan kemarahannya dengan bencana besar yang sering melanda pesisir selatan Jawa. Dalam cerita legenda masyarakat, Kanjeng Ratu Kidul menjadi istri spiritual raja-raja Jawa. Pada waktu-waktu tertentu, ia dan raja akan bertemu untuk mengadakan kontak batin. Dikisahkan, saat pertemuan itulah Sang Ratu mengenakan pakaian kesukaan berwarna hijau. Itulah sebabnya, ada larangan mengenakan baju hijau saat berada di pantai selatan. Bagi yang memakai baju hijau berarti ia telah menyamai Kanjeng Ratu Kidul. Jika larangan tersebut tetapi dilanggar, dipercaya ia akan dibawa pasukan ombak Ratu Kidul untuk dijadikan tumbal atau bala tantara gaib. Kepercayaan lainnya adalah adanya larangan mengumpat dan membelakangi pantai saat berada di sana. Perbuatan tersebut dinilai tidak sopan karena membelakangi Sang Ratu. Jika melanggar, maka ia akan mendapat kesialan setelah pulang dari pantai. Parahnya seketika ia akan digulung ombak laut selatan untuk dibawa ke kerajaan gaib dasar laut. Cerita-cerita mitos tersebut memang benar adanya dan dapat dibuktikan secara logis dan ilmiah. Berdasarkan penelitian dari Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, arus ombak laut selatan cenderung lebih besar, tinggi, kuat dan ganas. Ia mampu menyeret apapun dengan sangat jauh dalam beberapa detik saja, sehingga tak memungkin seseorang yang tenggelam dapat menyelamatkan diri. Selain itu, pesisir selatan dipenuhi banyak palung laut berbahaya, sehingga mudah menenggelamkan seseorang yang terbawa arus hingga ke dasar lautan, apalagi orang tersebut memakai pakaian berwarna hijau. Warna air laut pantai selatan yang cenderung hijau kecoklatan akan menyatu dengan pakaian yang dikenakan, sehingga terkadang menyulitkan saat proses evakuasi. Itulah kisah mitos larangan laut selatan yang pantang dilanggar. Patuhi himbauan yang ada dan hormati mitos yang dipercaya, sebab mitos merupakan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga manusia beserta alam dan seisinya. Semoga bermanfaat

Mitos Larangan Laut Selatan Beserta Fakta Sebenarnya, Pantang Dilanggar!

Mitos Larangan Laut Selatan Beserta Fakta Sebenarnya, Pantang Dilanggar! Setiap tempat di muka bumi memang selalu menyimpan rahasia tersembunyi. Rahasia-rahasia tersebut seolah tertutupi dengan tabir yang sulit diungkap. Bahkan akal dan nalar pun sulit menjangkau hakikat rahasia tersebut hingga menjadikannya sebuah misteri.

Ada misteri yang bisa terungkap melalui nalar dan akal, tapi tak sedikit yang tetap menjadi misteri abadi berselubung mitos. Percaya nggak percaya, mitos itu selalu dikaitkan dengan sebuah kejadian yang terjadi. Misalnya, orang tenggelam di pantai selatan yang kebetulan memakai baju hijau. Mitos larangan memakai baju hijau di pantai selatan sudah lama diyakini masyarakat. Ada kisah apa dibalik larangan tersebut? Dan apa fakta sebenarnya mengenai larangan itu?. Berikut kisah mitos larangan laut selatan beserta fakta sebenarnya yang pantang dilanggar.


Artikel Terkait : 


Mitos Larangan Laut Selatan Beserta Fakta Sebenarnya, Pantang Dilanggar!

Pesisir laut selatan sudah sejak ratusan tahun silam dipercaya sangat angker dan menyimpan deretan kisah mistis. Dari ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa mengenal laut selatan sebagai istana seorang dewi laut bernama Kanjeng Ratu Kidul. Dia adalah makhluk gaib yang dipercaya menjaga dan menguasai pantai selatan. Konon, Kanjeng Ratu Kidul adalah seorang wanita berparas ayu yang ketokohannya sangat dipuja dan ditakuti.

Terkadang ia tampil sebagai wanita cantik yang anggun dan lembah lembut, tetapi bisa murka dan menumpahkan kemarahannya dengan bencana besar yang sering melanda pesisir selatan Jawa. Dalam cerita legenda masyarakat, Kanjeng Ratu Kidul menjadi istri spiritual raja-raja Jawa. Pada waktu-waktu tertentu, ia dan raja akan bertemu untuk mengadakan kontak batin.

Dikisahkan, saat pertemuan itulah Sang Ratu mengenakan pakaian kesukaan berwarna hijau. Itulah sebabnya, ada larangan mengenakan baju hijau saat berada di pantai selatan. Bagi yang memakai baju hijau berarti ia telah menyamai Kanjeng Ratu Kidul. Jika larangan tersebut tetapi dilanggar, dipercaya ia akan dibawa pasukan ombak Ratu Kidul untuk dijadikan tumbal atau bala tantara gaib.

Kepercayaan lainnya adalah adanya larangan mengumpat dan membelakangi pantai saat berada di sana. Perbuatan tersebut dinilai tidak sopan karena membelakangi Sang Ratu. Jika melanggar, maka ia akan mendapat kesialan setelah pulang dari pantai. Parahnya seketika ia akan digulung ombak laut selatan untuk dibawa ke kerajaan gaib dasar laut.

Cerita-cerita mitos tersebut memang benar adanya, dapat dibuktikan secara logis dan ilmiah. Berdasarkan penelitian dari Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, arus ombak laut selatan cenderung lebih besar, tinggi, kuat dan ganas. Ia mampu menyeret apapun dengan sangat jauh dalam beberapa detik saja, sehingga tak memungkin seseorang yang tenggelam dapat menyelamatkan diri.

Selain itu, pesisir selatan dipenuhi banyak palung laut berbahaya, sehingga mudah menenggelamkan seseorang yang terbawa arus hingga ke dasar lautan, apalagi orang tersebut memakai pakaian berwarna hijau. Warna air laut pantai selatan yang cenderung hijau kecoklatan akan menyatu dengan pakaian yang dikenakan, sehingga terkadang menyulitkan saat proses evakuasi.

Itulah kisah mitos larangan laut selatan yang pantang dilanggar. Patuhi himbauan yang ada dan hormati mitos yang dipercaya, sebab mitos merupakan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga manusia beserta alam dan seisinya. Semoga bermanfaat.

107 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Kisah Lainya - NyaiRoroKidul.com:

Comments

comments