sumbu imajiner Yogyakarta, dari Merapi hingga Laut Selatan.

Sumbu Imajiner Yogyakarta, Dari Merapi Hingga Laut Selatan

Sumbu Imajiner Yogyakarta, Dari Merapi Hingga Laut Selatan – Kota Yogyakarta sudah sejak lama dikenal sebagai kota dengan budaya dan tradisi yang sangat kental. Tak heran jika banyak sekali kekayaan tradisi dan budaya yang terpelihara hingga kini. Hal tersebut tak lepas dari keberadaan Keraton Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan dan tradisi yang adiluhung.

Keraton Yogyakarat dulunya adalah sebuah negara berdaulat dengan kekuasaan berbentuk kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja. Raja dan Keraton Yogyakarta masih menyelanggarakan berbagai upacara tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun silam. Karena masih berakar pada budaya dan tradisi lama, hingga sekarang Keraton Yogyakarta dianggap memiliki tuah dan berselimut berbagai mitos. Salah satu mitos yang sangat terkenal adalah mengenai sumbu gaib Yogyakarta yang membentang dari utara hingga selatan.

Sumbu gaib tersebut sebetulnya merupakan simbol raja sebagai wakil Tuhan yang bertugas memelihara alam raya beserta isinya. Berikut kisah sumbu imajiner Yogyakarta, dari Merapi hingga Laut Selatan.

Sumbu Imajiner Yogyakarta, Dari Merapi Hingga Laut Selatan

Wilayah Yogyakarta dibatasi oleh gunung di sebelah utara dan lautan di sebelah selatan.  Berdasaran kepercayaan Jawa, Keraton Yogyakarta dilindungi oleh pepunden atau penjaga gaib di empat penjuru mata angin. Diantara empat penjaga gaib tersebut yang cukup dikenal adalah penjaga sisi utara yang berkedudukan di Gunung Merapi yakni Eyang Merapi dan Kanjeng Ratu Kidul yang berada di Laut Selatan. Setiap tahun, Keraton Yogyakarta mengadakan upacara tradisi berupa labuhan ke dua tempat tersebut selain ke Gunung Lawu dan Hutan Dlepih di Kabupaten Wonogiri.

Sumbu utara dan selatan dianggap paling keramat, sebab kedua tempat tersebut terdapat dua simbol alam yang sangat dahsyat, yaitu gunung dan samudra luas. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai persitiwa yang menjadi ancaman setiap saat berupa meletusnya Gunung Merapi dan tsunami di Laut Selatan.

Melihat kedudukan masing-masing simbol alam tersebut jika dilihat dari arah utara ke selatan, maka seolah akan membentuk satu garis lurus berupa poros utara selatan. Garis semu atau imajiner tersebut juga menghubungkan antara Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, dan Laut Selatan. Antara Gunung Merapi dan Keraton Yogyakarta terdapat Tugu Jogja Pal Putih, sedangkan antara Keraton Yogyakarta dan Pantai Selatan terdapat Panggung Krapyak.

Meski hanya garis semu, tetapi poros utara selatan tersebut menunjukkan hubungan Keraton Yogyakarta dengan para penjaganya, juga merupakan simbol harmonisasi antara manusia dan seluruh alam raya beserta isinya.

Demikian kisah sumbu imajiner Yogyakarta, dari Merapi hingga Laut Selatan, semoga bermanfaat. Kapan mau piknik ke Jogja?


Simak Juga Kisah : 


 

149 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments

comments